Teriring doa, dan selamat jalan....".....karena sengsara-Nya yang menyedihkan,
kasihanilah kami dan seluruh dunia..."
Engkau menjawabku,
begitu singkat, begitu cepat
Engkau menjawabku
begitu ringkas, begitu padat
Air mata menetes, saat mendaras kalimat-Mu baginya
sengsara-Mu, sengsaranya,
tak lagi kukenali air mata ini untuk siapa.
dan memori tentang mereka,
jiwa-jiwa yang melihatku dari sana.
Engkau menjawabku,
untuknya, dan dia.
Engkau menjawabku,
pertanyaan bodohku yang setiap kali sama.
Air mata menetes, saat berharap bisa berbuat
emosiku, emosinya
tak lagi kukenali air mata ini untuk siapa.
dan memori tentang mereka,
jiwa-jiwa yang kukasihi dari sini.
Engkau menjawabku,
dari dering itu aku sudah tahu.
Engkau menjawabku,
dini hari ini aku memuji-Mu.
Bukan lagi air mata, untuknya yang lepas dari sengsara
sengsara-Mu, sengsaranya,
kesadaran membawaku merangkai kata
karena hanya itu yang kupunya
dan sekilas duka cita
Engkau menjawabku,
raguku kini sirna.
Engkau menjawabku,
tiada terlambat, tidak juga lebih cepat.
Bukan lagi air mata, dan kuharap juga untuk mereka
emosiku, emosinya
kesadaran ada juga dalam suaranya
mungkin jauh dari kelegaan,
namun hanya penyerahan
Pada-Mu, semua kan berserah,
maka sampaikan salamku, yang kutahu Engkau selalu.
maka sampaikan niatku, yang kutahu Engkau pun tahu.
maka sampaikan melodiku, saat kupanjatkan ini pada-Mu..
dan sekuntum mawar putih, untuknya di samping-Mu.
Barcelona, 14 Juli 2010
No comments:
Post a Comment