Kadang aku ditendang,
Karena tak maju aku tanpa penantang.
Kadang aku dihajar,
Karena tak bangun aku tanpa memar.
Lebam dan ngeri di kepala,
Lecutkan lariku untuk berhenti terlena.
Teriak dan desir halus menggeratak,
Menarikku paksa untuk bertolak.
Tak ada letih yang tak berakhir, tak ada pikir yang tak berbuih.
Ringkas!
Buncah!
Tandaskan arah pada garisnya!!
Rengkuh!
Penuh!
Hancurkan ragu dan peluh palsu!!
Dan hening.
Hening itu selalu membangunkanku lebih kukuh
Menelanjangiku,
dan memberiku melodi baru.
Jauh dari rutinitas yang membelenggu,
Jauh dari rantai penantian semu.
Setapak baru menginkarnasi pelita,
begitu terang nyaris membuatku buta,
Balutan suara-suara membisikkan makna,
begitu nyaring hingga menelan bising.
Di ujung sana,
Stimulus ini bergelora menjadi karya.
..............................................................................Barcelona, November 2010
No comments:
Post a Comment