Tak seucap kata
Tak sepenuh nafas
Lirih mengembang perbincangan di angan-angan
Sesuatu yang tak lagi baru
Patah-patah berirama,
di tengah balutan kabut tebal itu
potongan nada menghampiri,
sementara purnama berliku,
seperti fajar yang melompat tak tentu…
mendandaniku.
Di ujung patahan nada ini, diriku yang satu beradu dengan ragu
Dunia yang sama tetap ada menungguku
Dengan ideologi yang membuatku bisu
Di ujung patahan nada yang lain, diriku yang satu beradu dengan lugu
Dunia yang mekar meninggalkan sangkar
Dengan kehalusan yang membuat gemeletar
Hanya potongan nada
Yang masih membungkusku di sini
sedang hati di lain bumiku menunggu
untuk beradu… melagu.
Bandung, 2009
No comments:
Post a Comment