Sebongkah emas bermimpi menjadi batu kali
Dalam hujan dan badai atau panas terik angannya menari.
Bila suatu saat nanti ia mati
Hanya satu bayangan ujudnya reinkarnasi…
Di bayang kelabu keheningan yang merasuki
Hanya selembar benang merah dan peti tua menemani
Tempatnya mengeluh dengan berani
Tentang rasa jenuh yang menghantui
Di ujung mimpi yang selalu terlalu tinggi
Ia bersyukur pada cahaya surgawi
Merengkuh nirmala yang datang dan pergi
Mencoba ramah dan selalu menikmati…
Sebongkah emas serupa batu kali
Tak mampu siapapun menyelami
Kilaunya menggoda di balik keheningan yang menyelimuti
Menunggu sang penempa yang mampu menguliti…
Lembang, 2009
No comments:
Post a Comment