Jangan keluarkan kalimat itu kawan,
Jangan biarkan aku kehilangan satu lagi kebaikan
Jangan biarkan aku kehilangan satu lagi kebaikan
Jangan keluarkan kalimat itu kawan,
Jangan biarkan rasa yang deras memutus persahabatan
Jangan biarkan rasa yang deras memutus persahabatan
Tak perlu buku ataupun guru
Bagiku untuk mengecap sekeping rasamu
Menggeratak halus tapi setajam peluru
Bagiku untuk mengecap sekeping rasamu
Menggeratak halus tapi setajam peluru
Tak perlu telaga ataupun samudera
Bagiku untuk menampung segala rasa
Yang tertumpah dari bibir bejana
Bagiku untuk menampung segala rasa
Yang tertumpah dari bibir bejana
Namun nyala dalam nadimu yang membahana itu
Aku tak mampu menerimanya
Walau tak juga aku mampu menguncinya
Atau menahan lengkingannya yang konstan membuana
Aku tak mampu menerimanya
Walau tak juga aku mampu menguncinya
Atau menahan lengkingannya yang konstan membuana
Maka seperti telaga
Aku hanya selalu mengindera
Mengecap sekelibat demi kelibat rasa
Dan mencoba menahan ombaknya
Aku hanya selalu mengindera
Mengecap sekelibat demi kelibat rasa
Dan mencoba menahan ombaknya
Maka wahai jiwa buana,
jangan ucapkan kata yang terlalu deras mengombak
di airku yang terlalu tenang
Mari bersama tetap mengelana
dan hanya mengecap sekeping rasa
jangan ucapkan kata yang terlalu deras mengombak
di airku yang terlalu tenang
Mari bersama tetap mengelana
dan hanya mengecap sekeping rasa
Karena kulihat jiwamu yang begitu haru
mampu merengkuhku tanpa butuh tali palsu
mampu merengkuhku tanpa butuh tali palsu
Karena engkau sahabatku
dan kuingin tetap begitu…
Lembang, Agustus 2009
dan kuingin tetap begitu…
Lembang, Agustus 2009
No comments:
Post a Comment