Bila kata tak berbuah mimpi, mimpi tak berbunga kata-kata
...
...
...
Lembayung berlindung di balik selendang
Di balik dengkur burung hantu
Dan lengking bakung di ujung taman,
Lembayung berlindung sambil berdendang,
Menunggumu.
Tak penuh mungkin mimpi di depanmu
Tak ringan mungkin kata di bahumu
Tak kencang mungkin mentari di nadimu
Namun penuh langkahmu di mimpiku
Namun ringan keluhmu di bahuku
Namun kencang denyutmu di nadiku
Tanpa letih, tidak lebih.
Tak renyah mungkin tawa di anganmu
Tak dalam mungkin rimpang di akarmu
Tak lancar mungkin asa di darasmu
Namun renyah mimpimu di senyumku
Namun dalam jantungmu di akarku
Namun lancar harapku di nadamu
Tanpa letih, tidak lebih.
Lembayung tersenyum di balik selendang
Di balik mekar cempaka
Dan obrolan tupai di ujung dahan
Lembayung tersenyum sambil berkicau,
menunggumu.
Hingga satu, dua, atau seratus kali lagi
kala berputar mengingatkan kita
pada mimpi dan kata-kata
pada rasa dan percaya
Hingga satu, dua, atau seratus putaran lagi
kala berbalik menarik kita
pada nostalgi atau cita-cita
pada nama dan makna
Tanpa letih, tidak lebih.
...
...
...
Bila mimpi berbunga kata, kata berbuah mengurai mimpi.
Lembang, 29 Januari 2012: pada langit kelabu dan kicau dunia baru - yang selalu jadi satu. PS: I have to say thank you to anyone who played Rod Stewart in XXI this evening.
No comments:
Post a Comment