| Dok. Pribadi |
Rangkai
kersen bergeming di bawah hujan
Daunnya
mengayun meluruhkan embun
Bercanda
dengan cempaka,
Bercengkerama
dengan kenanga,
Memperhatikan
kamboja yang menganga
Warnanya
ria,
karena
puring kuning dan merah menyala
Rintik
pekat yang jatuh menjelang siang
Merengkuh
perlahan, mengulurkan tangan
Memeluk
dengan senyuman,
Tanpa
perlu suara, atau bunyi nyata
Pada
bentuk ria yang sunyi di lembah sana
Kabut
menyapa, memberikan nada
Hingga
wangi samar lalu keluar
Dari
ujung-ujung yang gemeruyung
Dan
gemeretak kulit yang terbuka
Wanginya
ria,
Karena
tanah basah dan batu yang membuncah
Suaranya
ria,
Walau
sepenuhnya sunyi
Dan di
atas, di bawah, di antara
Hijau
daun, rengkuh semilir dan wangi tanah basah
Sang
Empunya meretas maknanya,
Pada
semesta, untuk kepenuhan hari lalu
Dan
kelegaan hari baru
Dalam
haru.
Payogan,
Kadewatan - 1 çaka 1941, di teras yang sejuk dengan rintik hujan dan kabut
melembah.
No comments:
Post a Comment