Dalam benar yang berarak maju,
Di bawah kirana berpendar suluh
dan tubuh-tubuh ringkih gemeletar,
ditopang asa yang enggan memudar.
Jiwa-jiwa besar di tubuh yang kerdil
Berontak mengamuk, walau kerap menatap bedil
Dan raga-raga tipis menolak api besar
Yang dalam konflik seringkali tersiar
Lengah.... namun kami terus maju
Meragu.... namun kami terus peduli
Bila bayang mentari disapa kirana,
Lengkaplah kami menutup usia,
Pejamkan mata di dasar rahim pertiwi
Hingga nanti kami kembali
dalam raga yang tak lagi bisa mati
Maju dan bertahan, mundur dan berangan
Kerap kami mencari, sesuatu yang jauh di dalam diri.
Maju dan berarak, mundur dan sempurna
Kerap kami terhempas, pada janji dan kilau mimpi
Alangkah nyata....
Di bawah kirana berpendar suluh
dan tubuh-tubuh ringkih gemeletar,
ditopang asa yang enggan memudar.
Jiwa-jiwa besar di tubuh yang kerdil
Berontak mengamuk, walau kerap menatap bedil
Dan raga-raga tipis menolak api besar
Yang dalam konflik seringkali tersiar
Lengah.... namun kami terus maju
Meragu.... namun kami terus peduli
Bila bayang mentari disapa kirana,
Lengkaplah kami menutup usia,
Pejamkan mata di dasar rahim pertiwi
Hingga nanti kami kembali
dalam raga yang tak lagi bisa mati
Maju dan bertahan, mundur dan berangan
Kerap kami mencari, sesuatu yang jauh di dalam diri.
Maju dan berarak, mundur dan sempurna
Kerap kami terhempas, pada janji dan kilau mimpi
Alangkah nyata....
No comments:
Post a Comment