Logika.
Kawan, apa itu agama?
Gnostic saja tidak cukupkan logikamu yang cenderung mencari lingkup dan bingkai yang sempurna.
Kawan, apa itu ambisi?
Mimpi saja tidak cukupkan logikamu yang cenderung mencari batas dan tingkap yang harus diterjang.
Kawan, apa itu cerita?
Kata dan narasi saja tidak cukupkan logikamu yang haus konteks dan pengakhiran.
Kawan, apa itu cita?
Harapan dan proses saja tidak cukupkan logikamu yang haus apresiasi dan tanda seru.
Kawan, apa itu pernyataan?
Mimpi dan realita saja tidak cukupkan logikamu yang cenderung mencari jawaban segala pertanyaan.
Kawan, apa itu ekspresi?
Gestur dan pertanda saja tidak cukupkan logikamu yang cenderung mencari kepastian dari lingkungan relatif.
Kawan, apa itu terapan?
Simbol dan laku saja tidak cukupkan logikamu yang kebingungan mencari makna.
Kawan,
...
Kawan,
Kala mencipta - apakah Tuhan merapal agama?
Kala mengimaji - apakah kita tidak mengumbar ambisi?
Kala hening - apakah kita minor cerita?
Kala berdoa - apakah kita melupakan cita?
Kala bernafas - apakah kita tidak menyatakan hidup?
Kala berdiam - apakah kita kekurangan ekspresi?
Kala berkreasi - apakah kita kehilangan makna?
Kawan,
Apa itu logika?
Mengapa ia sulit sekali dicukupkan?
Kawan,
Tolonglah sahabatmu ini yang juga melogika... dan bertanya tentang itu-itu juga.
...............dari balkon sejuk yang mengintip kota menuju lelap, bersama secangkir kafein dan magnum yang hampir habis.
Malang, 240914